Sejarah Cikawung Terisi Indramayu

Sejarah Cikawung Terisi Indramayu
Peta 1718 - zaman Kesultanan Dermayu - Sulthonul Anom Syah Ma'un

Cikawung, Kecamatan Terisi, Indramayu adalah kawasan paling selatan Indramayu, yang mana daerah ini berbukit, batuan breksi, batuan basal, batuan andesit dan tumpukan pasir besi dari letusan gunung tampomas mengalir ke kawasan selatan Indramayu ini.  

Kesultanan Dermayu
Kali Bengawan Negara (nama lama cipunegara)

Di tahun 1811 Kesultanan Dermayu runtuh dan terpecah menjadi 2 bagian, yaitu : Karesidenan Indramayu dan Karesidenan Kara Hwang. Pecahnya Kesultanan Dermayu ini akibat kekalahan Perang Dermayu terhadap tentara gabungan VoC dan Inggris. 

Hanya Indramayu yang masih mewarisi buyut-buyut pendiri Dermayu yaitu Sulthonul Ali Wirakusuma (Wira Hwang Liong Samudra) atau Wiralodra putra dari Sunan Giri (Raden Jaka Pakung) dari pernikahaannya dengan Dwi Warda asal Banyu urip Surabaya (lowayu Gresik). Raden Jaka Pakung adalah putra dari Laksamana Zheng Quan Long (tionghoa muslim).

Bengawan Pemanukan (nama sekarang Cipunegara) adalah batas antara Indramayu dengan Karawang. Pemanukan adalah Kawedanan Pemanukan yang masih wilayah dari Karesidenan Indramayu. 

Pada peta lama tahun 1811, kawasan Cikawung belum ada penduduk dan masih berupa perhutanan atau pegunungan. Penduduk Cikawung baru ada setelah melakukan transmigrasi era orde baru. 

Karesidenan Indramayu

Penduduk Indramayu semuanya berada di utara dekat laut dan berada di timur. Sedangkan bagian barat Indramayu sebagai lahan Industri penduduk. Majalengka adalah Kawedanan di Karesidenan Indramayu, sebagian besar penduduk Majalengka juga hasil transmigrasi, namun penduduk di Majalengka lebih awal terutama tahun 1893 dan tahun 1949 setelah Indonesia merdeka. Indramayu memecah Majalengka tahun 1948 untuk mengurangi beban Indramayu. 

Posting Komentar

0 Komentar